BEKAL DI AKHIRAT NANTI

Bekal buat akhirat
Sobat muda muslim, jelas kita nggak dilarang buat
ngejar urusan duniawi tapi kita juga wajib
menomor satukan masalah akhirat. Yup, kita wajib
nabung pahala. Beramal sholeh di dunia buat di
akhirat kelak. Mumpung masih muda isi kegiatan
sehari-hari dengan hal-hal yang positif dan syar ’i,
betul?
Oya, di luar kegiatan sekolah pasti kamu punya
banyak agenda. Mulai dari kursus atau ikutan
bimbingan belajar, les musrik, ech musik, latihan
band, olah raga dll. Kegiatan tersebut sah-sah aja
dilakukan selama ngikut tuntunan syariat Islam dan
nggak nyita waktu, plus bermanfaat untuk masa
depan kalian (buset, banyak amat syaratnya).
Tentu bukan kegiatan miskin manfaat macam
pulang sekolah terus nongkrong seharian di
warung atau di depan gedung bioskop ngobrol ini
itu pura-pura nunggu film dimulai. Padahal nggak
nonton sama sekali. Hehe pengalaman gue ini.
Hus-hus yang ini jangan dicontoh!
Jangan sampe pula kamu seharian di depan
komputer en mantengin situs jejaring sosial
macam facebook. Terus update statusnya yang
tulisannya pake bahasa plat nomer alias nulis kata-
kata dicampur pake angka. Huhu, bikin orang lain
pusing bacanya. Oya, nggak baik juyga kalo
sampe terus-terusan main game online. Facebook-
an nggak ada salahnya tergantung kita
memanfaatinnya. Contoh yang baik nih ya kalian
update status dengan nasihat-nasihat yang
berguna atau tulis terjemahan ayat al-Quran atau
hadist untuk saling mengingatkan dalam kebaikan
keren dah pastinya. Ok?
Memanfaatkan waktu
Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Dan Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepadaKu. ” (QS adz-Dzariyat
[51]: 56)
Pernah nggak membandingkan waktu kegiatan
untuk hal duniawi dengan waktu buat akhirat?
Lebih banyak mana hayo? Contohnya nih, kita
melaksanakan sholat fardu rata-rata butuh waktu
hanya 5-10 menit. Itu juga kadang suka males-
malesan apalagi sholat subuh. Terus tinggal
dikurangin 24 jam (jumlah waktu dalam sehari).
Nah sisanya kita ngapain aja —selain tidur dan
sekolah?
Sudah semestinya (ciee.. gue jadi tua gini), kita
yang masih muda harus mengisi kehidupan ini
dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Betul?
Jangan punya prinsip “mumpung masih muda
seneng-seneng aja dulu, tobatnya belakanganlah
kalau sudah tua ”. Waduh, emangnya kamu tahu
kapan datang ajalmu?
Bukan nggak boleh senang-senang dalam hidup.
Silakan aja. Tentu dengan tujuan rekrasi atau me-
refresh pikiran dan tetap dalam koridor syariat
Islam. Ok?
Bro en Sis pembaca setia gaulislam, kita wajib
memanfaatkan waktu hidup kita dengan amalan-
amalan sholeh agar tidak menyesal dan merugi
nantinya. Sesuai dengan firman Allah Swt. (yang
artinya): “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan
nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran
dan nasehat menasehati supaya menetapi
kesabaran. (QS al-Ashr [103]: 1-3)
Terus, bagaimana caranya supaya waktu kita bisa
bermanfaat dan ngak sia-sia? Nih sedikit advice
yang bisa kalian lakukan. Pertama, mulailah setiap
pagi dengan berdzikir kepada Allah, niatkan semua
hal yang akan kita lakukan semata hanya untuk
beribadah kepadaNya. Bukan untuk yang lain.
Kedua, jadwalkan semua kegiatan kita pada hari ini
dengan jelas. Begitu ada waktu luang, segera isi
dengan kegiatan bermanfaat, contohnya membaca
buku, menkhatamkan al-Quran, membaca kitab,
baca gaulislam (ehm..), dan lain sebagainya. Ketiga,
manfaatkan dengan baik waktu yang memiliki
keistimewaan, misalnya pada sepertiga malam
kamu bisa bangun dan melaksankan sholat
malam.
Ngaji aja!
Bro and Sis, meskipun sudah diniatkan untuk
mengisi waktu kita dengan hal-hal yang berguna,
tapi kalo nggak konsisten kadang kita terlena
dengan urusan duniawi. Iya kan? Kita mudah
tergoda, suka ikut-ikutan tren —meskipun trennya
yang nggak bener—karena hanya pengen diakui
dalam komunitas kita biar dicap gaul. Huh cape
dech! Kalau begini terus kita bakalan jadi budak
kapitalis, generasi pengekor kayak kerbau yang
diiket idungnya supaya mau ikut kemana-kamana.
(No my way dech!) Saatnya sadar dan memikirkan
kehidupan kita.
BTW, ada nggak cara buat mem-protect kita dari
serangan “racun dunia” sistem en budaya Barat?
Well, salah satu jalannya kita wajib ngaji atau
mengkaji serta aktif dalam pengajian. Ikut aja
acara-acara kajian keislaman, kumpul bareng
temen yang sholeh atau yang lebih paham agama.
Bisa juga kita bentuk kelompok kajian Islam.
Adakan pertemuan rutin sembari ngobrol bebas
masalah agama, mengkaji materi keislaman yang
memang kita butuhin seperti fikih, akidah,
muamalah, akhlak, dakwah, syariah, dan juga
khilafah. Hwach pasti seru bro!
“Bosen dan Jenuh”? Halah, itu dua kata yang
pertama kali muncul di benak gue ketika diajak
caplin (bukan nama sebenarnya) ikutan ngaji. Pasti
ini godaan setan! Tapi setelah terjun langsung ke
TKP alias ke tempat pengajian ternyata setan itu
pendusta sejati! Hehe.. gue enjoy di pengajian,
karena bahasannya nyantai gue bisa sharing apa
aja. Ngobrolin masalah ini itu dari a ampe z, mulai
dari masalah pacaran dalam Islam gue tanyain,
prikitiw! Sampai masalah ideologi dan sebagainya.
Yang lebih serunya lagi kadang kita ngaji di tempat
terbuka atau tempat rekreasi, asikk dah! Ilmu dapat,
pikiran jadi tenang perut juga kenyang khwkhwk
(jadi inget waktu ngajinya abis mancing deh).
Hwaaah asiknya!
Boys and gals, pokoknya buat acara pengajian
senyaman mungkin dan tetap semangat aktif di
pengajian serta sebagai bekal berdakwah atau
menyampaikan kebaikan kepada teman yang
lainnya. Rasulullah saw. Bersabda: “Sebaik-baik
kalian adalah yang mempelajari a-Quran dan
mengajarkannya ” (HR Bukhari)
So, kamu-kamu mulai deh dari sekarang ikutan
ngaji, mengkaji Islam secara kaffah atau
menyeluruh, bersosialisasi dengan agama kita
sendiri, satu-satunya agama yang di ridhoi Allah
Swt. Dijamin bakalan lebih enteng hadapi hidup!
Menjadikan kita lebih berideologi dan bangga
karena punya prinsip hidup, ketimbang cuma
ikuat-ikutan biar dianggap gaul. Dengan ngaji juga
kita terhindar dari dosa-dosa, terjaga dari maksiat,
juga punya temen yang bisa saling mengingatkan
kalau kita berbuat salah dan pastinya berguna
untuk dunia dan akhirat.Jangan lupa sebagai anak
pengajian, sikap dan perilaku kita wajib dijaga, agar
terlihat ciri khas seorang muslim sejati. Oke?
Oke deh, tetap semangat. Jangan putus dalam
memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif
dan sesuai syariat Islam. Semoga kita selalu ingat
bahwa semua hal dicatat oleh Allah Swt., baik yang
besar maupun yang kecil. Bijaksanalah dengan
apa-apa yang dimudahkan oleh Allah. Yuk,
manfaatkanlah waktu yang ada dengan kegiatan
bermanfaat buat hidup kita. Jangan tertipu hawa
nafsu. Siap? Yup, sampai jumpa di acara [klinik]
gaulislam yang membedah buletin ini setiap
pekannya. Masih inget kan semboyan khasnya:
“ Ngak Ngaji Ngak Trendy!” [samsi:
saidansam.wordpress.com]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seputar Fungsi Komponen Perangkat Handphone

Tips mencegah virus berkeliaran di hp symbian s60v2

ip tsel monggo di sedot