Indonesia Juga akan Larang BlackBerry?
Menyusul langkah UAE dan
Arab Saudi, saat ini Indonesia
diberitakan juga sedang
mempertimbangkan untuk
melarang penggunaan
Blackberry. Pelarangan ini terkait
kekhawatiran soal keamanan
data mengingat server yang
digunakan untuk menyimpan
data tidak terdapat di Indonesia.
Heru Sutadi, salah seorang
perwakilan dari BRTI (Badan
Regulasi Telekomunikasi
Indonesia) menyatakan pada
hari Selasa bahwa saat ini
sedang dipertimbangkan untuk
melarang layanan BlackBerry
Messenger, e-mail, dan akses
internet karena pertimbangan
keamanan nasional. Meski
begitu, Kepala Humas
Kemenkominfo, Gatot S Dewa
Broto, pada hari Selasa (3
Agustus) menyatakan bahwa
kemungkinan pelarangan
tersebut tidak akan terjadi di
Indonesia. Ini karena aturan
yang diberlakukan di Indonesia
berbeda dengan regulasi yang
ada di Arab, China ataupun
Bangladesh. Gatot juga
mengatakan bahwa pemerintah
ingin berhati-hati karena tidak
ingin dianggap menghambat hak
masyarakat untuk mengakses
informasi.
Pihak RIM sendiri menyatakan
bahwa mereka tidak memiliki
akses atas data penggunanya.
Keamanan data pengguna
terjamin sepenuhnya meskipun
RIM tidak menampilkan diskusi
dengan setiap pemerintahan
mengenai peraturan yang harus
ditaati mengingat aturan di
setiap negara yang berbeda-
beda.
Sumber data ini saya ambil dari www.kassa9.com (Hamdan)
Arab Saudi, saat ini Indonesia
diberitakan juga sedang
mempertimbangkan untuk
melarang penggunaan
Blackberry. Pelarangan ini terkait
kekhawatiran soal keamanan
data mengingat server yang
digunakan untuk menyimpan
data tidak terdapat di Indonesia.
Heru Sutadi, salah seorang
perwakilan dari BRTI (Badan
Regulasi Telekomunikasi
Indonesia) menyatakan pada
hari Selasa bahwa saat ini
sedang dipertimbangkan untuk
melarang layanan BlackBerry
Messenger, e-mail, dan akses
internet karena pertimbangan
keamanan nasional. Meski
begitu, Kepala Humas
Kemenkominfo, Gatot S Dewa
Broto, pada hari Selasa (3
Agustus) menyatakan bahwa
kemungkinan pelarangan
tersebut tidak akan terjadi di
Indonesia. Ini karena aturan
yang diberlakukan di Indonesia
berbeda dengan regulasi yang
ada di Arab, China ataupun
Bangladesh. Gatot juga
mengatakan bahwa pemerintah
ingin berhati-hati karena tidak
ingin dianggap menghambat hak
masyarakat untuk mengakses
informasi.
Pihak RIM sendiri menyatakan
bahwa mereka tidak memiliki
akses atas data penggunanya.
Keamanan data pengguna
terjamin sepenuhnya meskipun
RIM tidak menampilkan diskusi
dengan setiap pemerintahan
mengenai peraturan yang harus
ditaati mengingat aturan di
setiap negara yang berbeda-
beda.
Sumber data ini saya ambil dari www.kassa9.com (Hamdan)
Komentar